Catatan Kaki Ibun

Ibun bukanlah Wonder Woman. Ibun adalah manusia. Sosoknya bisa saja terlihat perkasa, tapi dia juga bisa putus asa.

Ibun bisa tertawa, terbahak-bahak pada suatu hal yang biasa. Bahkan mungkin tak lucu. Ibun bisa menangis, terserak karena menahan raungan hatinya. Tapi, ia menangis bila asanya tak kuat. Tangisnya mungkin begitu mahal. Maka, tiap tetesnya berarti.

Ibun bukan sosok yang sempurna. Ibun bahkan kadang lupa harus bagun pagi untuk membuat sarapan sebab Ibun terlalu lelah. Atau kadang juga karena terlalu malas.

Ibun juga butuh waktu sendirian karena 365 harinya dibagi untuk mereka yang ia cintai. Kadang ia lupa pada dirinya sendiri, bahwa jam 7 pagi ia harus makan. Kalau tidak, maagnya kambuh. Tapi, ia malah menghabiskan waktunya di jam 7 itu memberi makan anak kesayangannya… suap demi suap. Ibun baru akan sadar ia belum makan jika matanya sudah berkunang dan perutnya sakit.

Begitulah Ibun. Maka tak heran, seorang Ibun bisa begitu egois.

Maafkan Ibun.

Maafkan Ibun.

Maaf.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s