Orang-orang di Sudut Mata

Ada wanita, duduk di pinggir jalan. Lusuh, rambutnya berpeluh. Wajahnya menua karena waktu yang tidak memiliki iba. Padanya yang duduk sebatang kara. Digaruknya hidung, leher… hidungnya lagi. Penampilannya tak keruan. Yang dijinjingnya hanya sebuah plastik bergaris hitam putih. Sebuah botol yang bagian atasnya menyembul dari kerah kaus lusuhnya. Di bawah temaram lampu kuning Jalan Gajah Mada, dia hanya wanita di sudut mata.

Laki-laki paruh baya, yang rindu akan keluarga, bersiap-siap tidur. Hatinya lelah karena lembur. Maka, di antara toko yang masih buka dan yang sudah tutup itu, ia menggelar tikar. Tangannya sibuk melipat sarung satu-satunya. Namun, ada beberapa tas yang ia bawa. Apa gerangan isinya? Siapa yang tahu. Siapa yang mau tahu? Hidup di kota, tidak ada yang mau mendengar derita kalau bukan miliknya. Dia hanya lelaki di sudut mata. Tidak ada yang benar-benar tahu mengapa. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s