Buah-buah Untuk Pak Monyet

Hutan di balik bukit sedang ramai. Ya, hari ini adalah musim buah-buahan. Apapun jenis buah yang ditanam seluruh hewan di hutan akan berbuah. Ada rambutan, durian, mangga, duku, salak, jeruk, apel, anggur, semangka, melon, dan banyak lagi! Tidak ada hewan yang bermalas-malasan di dalam rumah pohon atau sarangnya. Burung, jerapah, rusa, kambing, kura-kura, landak, bahkan gajah ikut dengan tulus membantu membawakan berbagai macam buah ke sarang hewan-hewan pemakan tumbuhan lain.
Pak Monyet pun bangun pagi dan memetik buah di dekat pohonnya. Tapi, badannya yang sudah tua tidak memungkinkan dia untuk memanjat pohon-pohon lain. Sebelum matahari berada di atas kepala, Pak Monyet berhenti memetik buah dan duduk di atas pohonnya. Hanya satu keranjang pisang yang ia dapat hari itu. Namun, Pak Monyet bersyukur karena masih bisa makan buah hasil panen.
“Hai, Pak Monyet!” sapa burung merpati,”mengapa Anda duduk saja di atas pohon?”
“Ah, aku begitu lelah hari ini setelah panen,” jawab Pak Monyet.
Burung merpati bertanya lagi,”Mengapa Anda tidak meminta tolong hewan-hewan lain?”
“Tidak perlu. Mereka sudah cukup membantuku saat panen tahun lalu. Sekarang, biarkanlah aku sendiri yang memetik buah-buahan itu,” katanya.
“Tapi, apakah sekeranjang pisang cukup untuk makan Anda?”
“Tentu tidak,” jawab Pak Monyet dengan senyuman yang hangat. “Aku akan memetik lagi besok.”
Burung merpati yang penuh belas kasih itu berpikir untuk membantu Pak Monyet. Maka, dengan segera dia memanggil beberapa tema-teman hewan yang lain. Kuskus Tikus Tanah, Bibi Babi, dan Jeje Jerapah yang saat itu sedang duduk di bawah pohon dengan senang hati membantu Merpati untuk menolong Pak Monyet.
“Aku akan membawakan kacang tanah untuk Pak Monyet!” seru Kuskus Tikus Tanah.
“Mamaku memanen banyak apel hari ini. Aku bisa memberikan sekeranjang untuknya,” kata Bibi Babi. Dia sangat gembira.
Jeje Jerapah berpikir dan berseru girang,”Semangka-semangka dan jerami untuk membuat atap di pohon Pak Monyet pasti akan membuatnya senang.”Merpati terharu dengan kebaikan teman-temannya itu. “Terima kasih, teman-teman. Aku juga akan membawakan jagung-jagung manis untuknya.”
“Apakah kamu sudah memberitahu Pak Monyet kalau kita akan membantunya?” tanya Bibi Babi.
“Aku belum memberitahu Pak Monyet,” kata Merpati.
“Wah, ini pasti akan menjadi kejutan yang menyenangkan!” seru Jeje Jerapah bahagia.
Maka, mereka berempat kembali ke sarang mereka masing-masing. Mereka memberitahu orangtua mereka yang masih memanen buah tentang rencana untuk membantu Pak Monyet. Ternyata, orang tua mereka setuju dengan rencana tersebut. Dengan dibekali buah-buahan hasil panen, mereka berkumpul kembali dan berangkat bersama-sama ke pohon Pak Monyet.
Tempat tinggal Pak Monyet memang agak jauh, di dekat sungai besar. Di tengah-tengah perjalanan, Bibi Babi mulai kelelahan. “Aduh, aku capek!” keluh Bibi Babi.
Ayo, kita hampir sampai!” kata Merpati menyemangati.
Ternyata, Kuskus Tikus Tanah dan Jeje Jerapah merasakan hal yang sama. “Bisakah kita menepi sebentar?” tanya Kuskus Tikus Tanah.
“Jika kita menepi, kita akan terlambat sampai ke pohon Pak Monyet dan kembali ke rumah kita ketika matahari terbenam,” kata Merpati.
“Huh, kamu enak bisa terbang. Kamu tidak merasakan kelelahan seperti kami,” ujar Bibi Babi agak kesal. Tanpa pikir panjang, dia terus berjalan sambil mengambil sebuah apel untuk dimakannya. Jeje Jerapah juga memakan sebuah semangka yang dibawanya untuk mereda kehausan.
Tak ketinggalan Kuskus Tikus Tanah ikut-ikutan membuka keranjang berisi kacang tanah yang dipanen pagi itu. Kacang-kacang yang masih segar itu segera masuk ke perutnya hingga membuat Kuskus semakin gendut. Setelah makan, mereka malah semakin malas dan mengantuk. Langkah mereka semakin lama semakin berat.
Namun, tiba-tiba mereka mendengar gemerisik pohon-pohon dan suara itu berhenti tepat di dekat mereka. Ternyata itu Pak Monyet yang sedang berjalan-jalan. “Mengapa kalian ada di sini? Hari sudah sore, sebaiknya kalian pulang.”
“Sebenarnya kami ingin sekali memberikan kejutan untukmu,” kata Merpati sambil memperlihatkan keranjang-keranjang buah yang mereka bawa. Jeje Jerapah meyodorkan keranjang berisi semangka dan jerami hangat untuk Pak Monyet. Namun, ia tidak menyadari bahwa semangka yang diletakkan di atas jerami hanya tersisa satu buah dari lima buah yang sebelumnya ia bawa.
Kuskus Tikus Tanah harus menahan malu karena keranjangnya penuh dengan kulit kacang. Kini ia bahkan tidak bisa menghitung berapa biji yang masih utuh untuk diberikan kepada Pak Monyet. Bibi Babi menoleh untuk melihat keranjang buah berwana pink yang kini kosong! Apel-apel itu sudah dimakannya dengan lahap sampai ia lupa diri. Hanya jagung manis milik Merpati saja yang masih utuh.
Kuskus Tikus Tanah berkata,”Dalam perjalanan, kami memakan beberapa buah. Tapi kami tidak menyangka kami memakan hampir semua buah yang akan kami berikan.”
“Aku bahkan sudah memakan semuanya!” kata Bibi dengan wajah muram.. Tak disangka, Pak Moyet malah tertawa melihat Kuskus, Jeje dan Bibi.
“Mengapa Anda tertawa, Pak Monyet?” tanya Merpati.
“Hahaha… kalian sebenarnya tidak perlu repot-repot. Tapi, aku tetap berterima kasih atas kejutan kalian.
Pak Monyet membawa keranjang-keranjang tersebut dan mengajak mereka mengunjungi rumah pohonnya. Saat itu, matahari sudah terbenam dan Pak Monyet menyarankan agar mereka pulang esok hari saja. Merpati ditugaskan untuk membawa berita tersebut supaya orang tua mereka tidak khawatir. “Aku akan kembali ke rumah lebih dulu. Tapi, esok pagi-pagi sekali aku akan datang lagi menjemput kalian,” janji Merpati. Ia tersenyum penuh arti.
Jeje Jerapah yang mendapat bagian tidur dekat dengan jendela bertanya,”Pak Monyet, apakah kami boleh membantu untuk memetik buah-buahan segar di luar sana? Sepertinya masih banyak buah selain pisang yang bias kau makan.”
Pak Monyet mengangguk dan seketika anak-anak tersebut bersorak gembira. Esok hari, mereka bahkan bangun sebelum ayam hutan berkokok. Dengan sigap, mereka saling membantu untuk memetik pisang dan beberapa buah apel lezat. Bibi Babi berusaha untuk tidak memakan sebuah pun dan ia berhasil! Isi keranjang itu penuh dan wajah Pak Monyet yang keriput itu berbinar. Ia yang baru saja bangun merasa sangat bahagia hari itu. Anak-anak tersebut menebus kesalahannya kemarin dan Pak Monyet bangga mereka mampu memetik buah-buah itu sendiri.
Tiba-tiba, suara bedebum dan gaduh terdengar dari dalam hutan. Merpati pagi itu terbang di atas rumah pohon Pak Monyet dna bercuit-cuit senang. Oh, ternyata ia mendatangkan Boni Gajah dan anaknya, Omi Orang Utan, Riri Rusa dan orang tua Kuskus, Jeje, Bibi serta Ibu Merpati. “Kejutan!” seru Merpati riang gembira. Ia masih ingin memberikan kejutan yang menyenangkan bagi Pak Monyet.
“Wah, menyenangkan sekali kalian datang ke rumahku sepagi ini,” kata Pak Monyet, senyum tersungging di bibirnya. Kuskus, Jeje dan Bibi menghampiri orang tua mereka dengan wajah berbinar. Ibu Merpati dan Riri Rusa membawakan beberapa keranjang berisi buah mangga, kacang, jeruk dan leci segar. “Ini buah-buahan untukmu, Pak Monyet. Kami mendengar anak-anak memakan buah-buah yang dikirim kemarin. Untuk membalasnya, kami berniat memberikan lebih banyak lagi.
Pak Monyet sangat terharu. Anak-anak hewan itu memeluk Pak Monyet yang tua dengan hangat. Hari ini akan ada lebih banyak buah yang bisa dinikmati oleh Pak Monyet, batin mereka. “Tenang saja, Ibu. Aku dan teman-teman sudah memetik beberapa buah pagi ini untuk Pak Monyet,” tunjuk Kuskus Tikus Tanah ke arah keranjang penuh pisang dan apel. Para orang tua tertawa gembira dan memeluk mereka dengan bangga!
Boni Gajah dan anaknya memperlihatkan seruling bambu dan sebuah drum dari batok kelapa,”Nah, bagaimana kalau kita mengadakan pesta buah-buahan untuk Pak Monyet? Aku dan anakku akan menyumbangkan musik untuk kalian semua!” Seluruh hewan yang datang setuju dengan bersorak-sorai. Pagi itu mereka menikmati buah-buahan segar sambil berdansa diiringi musik yang indah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s